Pastry
Pastry is a major type of bakers' confectionery. It includes many of the various kinds of baked products made from ingredients such as flour, sugar, milk, butter, shortening, baking powder, and eggs. Small tarts and other sweet baked products are called pastries. Common pastry dishes include pies, tarts, quiches and pasties.[1][2]
Pastry dough is the dough from which such baked products are made. Pastry dough is rolled out thin and used as a base for baked products.
Pastry is differentiated from bread
by having a higher fat content, which contributes to a flaky or crumbly
texture. A good pastry is light and airy and fatty, but firm enough to
support the weight of the filling. When making a shortcrust pastry,
care must be taken to blend the fat and flour thoroughly before adding
any liquid. This ensures that the flour granules are adequately coated
with fat and less likely to develop gluten. On the other hand, overmixing results in long gluten strands that toughen the pastry. In other types of pastry such as Danish pastry and croissants, the characteristic flaky texture is achieved by repeatedly rolling out a dough similar to that for yeast bread, spreading it with butter, and folding it to produce many thin layers.
Rabu, 10 Desember 2014
Jenis-jenis Objek Wisata
Menurut
Pendit (1994), pariwisata dapat dibedakan menurut motif wisatawan untuk
mengunjungi suatu tempat. Jenis-jenis pariwisata tersebut adalah sebagai
berikut.
1. Wisata
Budaya
Yaitu
perjalanan yang dilakukan atas dasar keinginan untuk memperluas pandangan hidup
seseorang dengan jalan mengadakan kunjungan atau peninjauan ketempat lain atau
ke luar negeri, mempelajari keadaan rakyat, kebiasaan adat istiadat mereka,
cara hidup mereka, budaya dan seni mereka. Seiring perjalanan serupa ini
disatukan dengan kesempatan–kesempatan mengambil bagian dalam kegiatan–kegiatan
budaya, seperti eksposisi seni (seni tari, seni drama, seni musik, dan seni
suara), atau kegiatan yang bermotif kesejarahan dan sebagainya.
2. Wisata
Maritim atau Bahari
Jenis wisata
ini banyak dikaitkan dengan kegiatan olah raga di air, lebih–lebih di danau,
pantai, teluk, atau laut seperti memancing, berlayar, menyelam sambil melakukan
pemotretan, kompetisi berselancar, balapan mendayung, melihat–lihat taman laut
dengan pemandangan indah di bawah permukaan air serta berbagai rekreasi
perairan yang banyak dilakukan didaerah–daerah atau negara–negara maritim, di
Laut Karibia, Hawaii, Tahiti, Fiji dan sebagainya. Di Indonesia banyak tempat
dan daerah yang memiliki potensi wisata maritim ini, seperti misalnya
Pulau–pulau Seribu di Teluk Jakarta, Danau Toba, pantai Pulau Bali dan
pulau–pulau kecil disekitarnya, taman laut di Kepulauan Maluku dan sebagainya.
Jenis ini disebut pula wisata tirta.
3. Wisata
Cagar Alam (Taman Konservasi)
Untuk jenis
wisata ini biasanya banyak diselenggarakan oleh agen atau biro perjalanan yang
mengkhususkan usaha–usaha dengan jalan mengatur wisata ke tempat atau daerah
cagar alam, taman lindung, hutan daerah pegunungan dan sebagainya yang
kelestariannya dilindungi oleh undang–undang. Wisata cagar alam ini banyak
dilakukan oleh para penggemar dan pecinta alam dalam kaitannya dengan kegemaran
memotret binatang atau marga satwa serta pepohonan kembang beraneka warna yang
memang mendapat perlindungan dari pemerintah dan masyarakat. Wisata ini banyak
dikaitkan dengan kegemaran akan keindahan alam, kesegaran hawa udara di
pegunungan, keajaiban hidup binatang dan marga satwa yang langka serta
tumbuh–tumbuhan yang jarang terdapat di tempat–tempat lain. Di Bali wisata
Cagar Alam yang telah berkembang seperti Taman Nasional Bali Barat dan Kebun
Raya Eka Karya
4. Wisata
Konvensi
Yang dekat
dengan wisata jenis politik adalah apa yang dinamakan wisata konvensi. Berbagai
negara pada dewasa ini membangun wisata konvensi ini dengan menyediakan
fasilitas bangunan dengan ruangan–ruangan tempat bersidang bagi para peserta
suatu konfrensi, musyawarah, konvensi atau pertemuan lainnya baik yang bersifat
nasional maupun internasional. Jerman Barat misalnya memiliki Pusat Kongres
Internasiona (International Convention Center) di Berlin, Philipina mempunyai
PICC (Philippine International Convention Center) di Manila dan Indonesia
mempunyai Balai Sidang Senayan di Jakarta untuk tempat penyelenggaraan
sidang–sidang pertemuan besar dengan perlengkapan modern. Biro konvensi, baik
yang ada di Berlin, Manila, atau Jakarta berusaha dengan keras untuk menarik
organisasi atau badan–badan nasional maupun internasional untuk mengadakan
persidangan mereka di pusat konvensi ini dengan menyediakan fasilitas akomodasi
dan sarana pengangkutan dengan harga reduksi yang menarik serta menyajikan
program–program atraksi yang menggiurkan.
5. Wisata
Pertanian (Agrowisata)
Sebagai
halnya wisata industri, wisata pertanian ini adalah pengorganisasian perjalanan
yang dilakukan ke proyek–proyek pertanian, perkebunan, ladang pembibitan dan
sebagainya dimana wisatawan rombongan dapat mengadakan kunjungan dan peninjauan
untuk tujuan studi maupun melihat–lihat keliling sambil menikmati segarnya
tanaman beraneka warna dan suburnya pembibitan berbagai jenis sayur–mayur dan
palawija di sekitar perkebunan yang dikunjungi.
6. Wisata
Buru
Jenis ini
banyak dilakukan di negeri–negeri yang memang memiliki daerah atau hutan tempat
berburu yang dibenarkan oleh pemerintah dan digalakan oleh berbagai agen atau
biro perjalanan. Wisata buru ini diatur dalam bentuk safari buru ke daerah atau
hutan yang telah ditetapkan oleh pemerintah negara yang bersangkutan, seperti
berbagai negeri di Afrika untuk berburu gajah, singa, ziraf, dan sebagainya. Di
India, ada daerah–daerah yang memang disediakan untuk berburu macan, badak dan
sebagainya, sedangkan di Indonesia, pemerintah membuka wisata buru untuk daerah
Baluran di Jawa Timur dimana wisatawan boleh menembak banteng atau babi hutan.
7. Wisata
Ziarah
Jenis wisata
ini sedikit banyak dikaitkan dengan agama, sejarah, adat istiadat dan
kepercayaan umat atau kelompok dalam masyarakat. Wisata ziarah banyak dilakukan
oleh perorangan atau rombongan ke tempat–tempat suci, ke makam–makam orang
besar atau pemimpin yang diagungkan, ke bukit atau gunung yang dianggap
keramat, tempat pemakaman tokoh atau pemimpin sebagai manusia ajaib penuh
legenda. Wisata ziarah ini banyak dihubungkan dengan niat atau hasrat sang
wisatawan untuk memperoleh restu, kekuatan batin, keteguhan iman dan tidak
jarang pula untuk tujuan memperoleh berkah dan kekayaan melimpah. Dalam
hubungan ini, orang–orang Khatolik misalnya melakukan wisata ziarah ini ke
Istana Vatikan di Roma, orang–orang Islam ke tanah suci, orang–orang Budha ke
tempat–tempat suci agama Budha di India, Nepal, Tibet dan sebagainya. Di
Indonesia banyak tempat–tempat suci atau keramat yang dikunjungi oleh umat-umat
beragama tertentu, misalnya seperti Candi Borobudur, Prambanan, Pura Basakih di
Bali, Sendangsono di Jawa Tengah, makam Wali Songo, Gunung Kawi, makam Bung
Karno di Blitar dan sebagainya. Banyak agen atau biro perjalanan menawarkan
wisata ziarah ini pada waktu–waktu tertentu dengan fasilitas akomodasi dan
sarana angkuatan yang diberi reduksi menarik ke tempat–tempat tersebut di atas.
Sesungguhnya
daftar jenis–jenis wisata lain dapat saja ditambahkan di sini, tergantung
kapada kondisi dan situasi perkembangan dunia kepariwisataan di suatu daerah
atau negeri yang memang mendambakan industri pariwisatanya dapat meju
berkembang. Pada hakekatnya semua ini tergantung kepada selera atau daya
kreativitas para ahli profesional yang berkecimpung dalam bisnis industri
pariwisata ini. Makin kreatif dan banyak gagasan–gagasan yang dimiliki oleh
mereka yang mendedikasikan hidup mereka bagi perkembangan dunia kepariwisataan
di dunia ini, makin bertambah pula bentuk dan jenis wisata yang dapat
diciptakan bagi kemajuan industri ini, karena industri pariwisata pada
hakikatnya kalau ditangani dengan kesungguhan hati mempunyai prospektif dan
kemungkinan sangat luas, seluas cakrawala pemikiran manusia yang melahirkan
gagasan–gagasan baru dari waktu–kewaktu. Termasuk gagasan–gagasan untuk
menciptakan bentuk dan jenis wisata baru tentunya
Ciri
Produk Objek Wisata
Produk
Pariwisata dibanding dengan jenis-jenis produk barang dan jasa lainnya memiliki
ciri-ciri berbeda dan untuk memahami bentuk serta wujud dari produk pariwisata,
maka berikut ini pengertian produk pariwisata yang dikemukanan oleh :
1.
(Burkat
dan Medlik), yaitu produk pariwisata dapat merupakan suatu susunan produk yang
terpadu, yang terdiri dari objek dan daya tarik wisata, transportasi, akomodasi
dan hiburan, dimana tiap unsur produk pariwisata dipersiapkan oleh
masing-masing perusahaan dan ditawarkan secara terpisah kepada konsumen
(wisatawan/tourist).
2.
(Medlik
dan Middleton), yaitu produk pariwisata terdiri dari bermacam-macam unsur yang
merupakan suatu paket yang satu sama lainnya tidak terpisahkan serta memenuhi
kebutuhan wisatawan sejak meninggalkan tempat tinggalnya sampai ketempat
tujuannya dan kembali lagi ketempat asalnya.
Berdasarkan kedua pengertian ini, maka dapat
disimpulkan bahwa terdapat 3(tiga) unsur yang membentuk suatu Produk
Pariwisata, yaitu :
1.
Daya
Tarik dari Destinasi
2.
Fasilitas
dari Destinasi
3.
Kemudahan
dari Destinasi
Selanjutnya ketiga unsur
tersebut menyatu dan menghasilkan citra terhadap suatu destinasi, apakah baik
atau buruk.
Berikut ini terdapat sejumlah 6(enam) unsur produk pariwisata yang membentuk suatu paket pariwisata terpadu yang diuraikan berdasarkan kebutuhan wisatwan, antara lain:
Berikut ini terdapat sejumlah 6(enam) unsur produk pariwisata yang membentuk suatu paket pariwisata terpadu yang diuraikan berdasarkan kebutuhan wisatwan, antara lain:
1.
Objek
dan Daya Tarik Wisata;
2.
Jasa
Travel Agent & Tour Operator;
3.
Jasa
Perusahaan Angkutan;
4.
Jasa
Pelayanan Akomodasi, Restoran, Rekreasi dan Hiburan;
5.
Jasa
Souvenir (Cinderamata);
6.
Jasa
Perusahaan Pendukung.
Memahami produk
pariwisata secara mendalam dapat dilakukan dengan terlebih dahulu memehami
ciri-ciri produk pariwisata, antara lain:
1.
Tidak
dapat dipindahkan.
2.
Tiak
memerlukan perantara (middlemen) untuk mencapai kepuasan.
3.
Tidak
dapat ditimbun atau disimpan.
4.
Sangat
dipengaruhi oleh faktor non ekonomis.
5.
Tidak
dapat dicoba atau dicicipi.
6.
Sangat
tergantung pada faktor manusia.
7.
Memiliki
tingkat resiko yang tinggi dalam hal investasi.
8.
tidak
memiliki standart atau ukuran yang objektif dalam menilai tingkat mutu produk.
Selasa, 09 Desember 2014
Jenis-jenis Objek Wisata
Menurut
Pendit (1994), pariwisata dapat dibedakan menurut motif wisatawan untuk
mengunjungi suatu tempat. Jenis-jenis pariwisata tersebut adalah sebagai
berikut.
1. Wisata
Budaya
Yaitu
perjalanan yang dilakukan atas dasar keinginan untuk memperluas pandangan hidup
seseorang dengan jalan mengadakan kunjungan atau peninjauan ketempat lain atau
ke luar negeri, mempelajari keadaan rakyat, kebiasaan adat istiadat mereka,
cara hidup mereka, budaya dan seni mereka. Seiring perjalanan serupa ini
disatukan dengan kesempatan–kesempatan mengambil bagian dalam kegiatan–kegiatan
budaya, seperti eksposisi seni (seni tari, seni drama, seni musik, dan seni
suara), atau kegiatan yang bermotif kesejarahan dan sebagainya.
2. Wisata
Maritim atau Bahari
Jenis wisata
ini banyak dikaitkan dengan kegiatan olah raga di air, lebih–lebih di danau,
pantai, teluk, atau laut seperti memancing, berlayar, menyelam sambil melakukan
pemotretan, kompetisi berselancar, balapan mendayung, melihat–lihat taman laut
dengan pemandangan indah di bawah permukaan air serta berbagai rekreasi
perairan yang banyak dilakukan didaerah–daerah atau negara–negara maritim, di
Laut Karibia, Hawaii, Tahiti, Fiji dan sebagainya. Di Indonesia banyak tempat
dan daerah yang memiliki potensi wisata maritim ini, seperti misalnya
Pulau–pulau Seribu di Teluk Jakarta, Danau Toba, pantai Pulau Bali dan
pulau–pulau kecil disekitarnya, taman laut di Kepulauan Maluku dan sebagainya.
Jenis ini disebut pula wisata tirta.
3. Wisata
Cagar Alam (Taman Konservasi)
Untuk jenis
wisata ini biasanya banyak diselenggarakan oleh agen atau biro perjalanan yang
mengkhususkan usaha–usaha dengan jalan mengatur wisata ke tempat atau daerah
cagar alam, taman lindung, hutan daerah pegunungan dan sebagainya yang
kelestariannya dilindungi oleh undang–undang. Wisata cagar alam ini banyak
dilakukan oleh para penggemar dan pecinta alam dalam kaitannya dengan kegemaran
memotret binatang atau marga satwa serta pepohonan kembang beraneka warna yang
memang mendapat perlindungan dari pemerintah dan masyarakat. Wisata ini banyak
dikaitkan dengan kegemaran akan keindahan alam, kesegaran hawa udara di
pegunungan, keajaiban hidup binatang dan marga satwa yang langka serta
tumbuh–tumbuhan yang jarang terdapat di tempat–tempat lain. Di Bali wisata
Cagar Alam yang telah berkembang seperti Taman Nasional Bali Barat dan Kebun
Raya Eka Karya
4. Wisata
Konvensi
Yang dekat
dengan wisata jenis politik adalah apa yang dinamakan wisata konvensi. Berbagai
negara pada dewasa ini membangun wisata konvensi ini dengan menyediakan
fasilitas bangunan dengan ruangan–ruangan tempat bersidang bagi para peserta
suatu konfrensi, musyawarah, konvensi atau pertemuan lainnya baik yang bersifat
nasional maupun internasional. Jerman Barat misalnya memiliki Pusat Kongres
Internasiona (International Convention Center) di Berlin, Philipina mempunyai
PICC (Philippine International Convention Center) di Manila dan Indonesia
mempunyai Balai Sidang Senayan di Jakarta untuk tempat penyelenggaraan
sidang–sidang pertemuan besar dengan perlengkapan modern. Biro konvensi, baik
yang ada di Berlin, Manila, atau Jakarta berusaha dengan keras untuk menarik
organisasi atau badan–badan nasional maupun internasional untuk mengadakan
persidangan mereka di pusat konvensi ini dengan menyediakan fasilitas akomodasi
dan sarana pengangkutan dengan harga reduksi yang menarik serta menyajikan
program–program atraksi yang menggiurkan.
5. Wisata
Pertanian (Agrowisata)
Sebagai
halnya wisata industri, wisata pertanian ini adalah pengorganisasian perjalanan
yang dilakukan ke proyek–proyek pertanian, perkebunan, ladang pembibitan dan
sebagainya dimana wisatawan rombongan dapat mengadakan kunjungan dan peninjauan
untuk tujuan studi maupun melihat–lihat keliling sambil menikmati segarnya
tanaman beraneka warna dan suburnya pembibitan berbagai jenis sayur–mayur dan
palawija di sekitar perkebunan yang dikunjungi.
6. Wisata
Buru
Jenis ini
banyak dilakukan di negeri–negeri yang memang memiliki daerah atau hutan tempat
berburu yang dibenarkan oleh pemerintah dan digalakan oleh berbagai agen atau
biro perjalanan. Wisata buru ini diatur dalam bentuk safari buru ke daerah atau
hutan yang telah ditetapkan oleh pemerintah negara yang bersangkutan, seperti
berbagai negeri di Afrika untuk berburu gajah, singa, ziraf, dan sebagainya. Di
India, ada daerah–daerah yang memang disediakan untuk berburu macan, badak dan
sebagainya, sedangkan di Indonesia, pemerintah membuka wisata buru untuk daerah
Baluran di Jawa Timur dimana wisatawan boleh menembak banteng atau babi hutan.
7. Wisata
Ziarah
Jenis wisata
ini sedikit banyak dikaitkan dengan agama, sejarah, adat istiadat dan
kepercayaan umat atau kelompok dalam masyarakat. Wisata ziarah banyak dilakukan
oleh perorangan atau rombongan ke tempat–tempat suci, ke makam–makam orang
besar atau pemimpin yang diagungkan, ke bukit atau gunung yang dianggap
keramat, tempat pemakaman tokoh atau pemimpin sebagai manusia ajaib penuh
legenda. Wisata ziarah ini banyak dihubungkan dengan niat atau hasrat sang
wisatawan untuk memperoleh restu, kekuatan batin, keteguhan iman dan tidak
jarang pula untuk tujuan memperoleh berkah dan kekayaan melimpah. Dalam
hubungan ini, orang–orang Khatolik misalnya melakukan wisata ziarah ini ke
Istana Vatikan di Roma, orang–orang Islam ke tanah suci, orang–orang Budha ke
tempat–tempat suci agama Budha di India, Nepal, Tibet dan sebagainya. Di
Indonesia banyak tempat–tempat suci atau keramat yang dikunjungi oleh umat-umat
beragama tertentu, misalnya seperti Candi Borobudur, Prambanan, Pura Basakih di
Bali, Sendangsono di Jawa Tengah, makam Wali Songo, Gunung Kawi, makam Bung
Karno di Blitar dan sebagainya. Banyak agen atau biro perjalanan menawarkan
wisata ziarah ini pada waktu–waktu tertentu dengan fasilitas akomodasi dan
sarana angkuatan yang diberi reduksi menarik ke tempat–tempat tersebut di atas.
Sesungguhnya
daftar jenis–jenis wisata lain dapat saja ditambahkan di sini, tergantung
kapada kondisi dan situasi perkembangan dunia kepariwisataan di suatu daerah
atau negeri yang memang mendambakan industri pariwisatanya dapat meju
berkembang. Pada hakekatnya semua ini tergantung kepada selera atau daya
kreativitas para ahli profesional yang berkecimpung dalam bisnis industri
pariwisata ini. Makin kreatif dan banyak gagasan–gagasan yang dimiliki oleh
mereka yang mendedikasikan hidup mereka bagi perkembangan dunia kepariwisataan
di dunia ini, makin bertambah pula bentuk dan jenis wisata yang dapat
diciptakan bagi kemajuan industri ini, karena industri pariwisata pada
hakikatnya kalau ditangani dengan kesungguhan hati mempunyai prospektif dan
kemungkinan sangat luas, seluas cakrawala pemikiran manusia yang melahirkan
gagasan–gagasan baru dari waktu–kewaktu. Termasuk gagasan–gagasan untuk
menciptakan bentuk dan jenis wisata baru tentunya
Ciri
Produk Objek Wisata
Produk
Pariwisata dibanding dengan jenis-jenis produk barang dan jasa lainnya memiliki
ciri-ciri berbeda dan untuk memahami bentuk serta wujud dari produk pariwisata,
maka berikut ini pengertian produk pariwisata yang dikemukanan oleh :
1.
(Burkat
dan Medlik), yaitu produk pariwisata dapat merupakan suatu susunan produk yang
terpadu, yang terdiri dari objek dan daya tarik wisata, transportasi, akomodasi
dan hiburan, dimana tiap unsur produk pariwisata dipersiapkan oleh
masing-masing perusahaan dan ditawarkan secara terpisah kepada konsumen
(wisatawan/tourist).
2.
(Medlik
dan Middleton), yaitu produk pariwisata terdiri dari bermacam-macam unsur yang
merupakan suatu paket yang satu sama lainnya tidak terpisahkan serta memenuhi
kebutuhan wisatawan sejak meninggalkan tempat tinggalnya sampai ketempat
tujuannya dan kembali lagi ketempat asalnya.
Berdasarkan kedua pengertian ini, maka dapat
disimpulkan bahwa terdapat 3(tiga) unsur yang membentuk suatu Produk
Pariwisata, yaitu :
1.
Daya
Tarik dari Destinasi
2.
Fasilitas
dari Destinasi
3.
Kemudahan
dari Destinasi
Selanjutnya ketiga unsur
tersebut menyatu dan menghasilkan citra terhadap suatu destinasi, apakah baik
atau buruk.
Berikut ini terdapat sejumlah 6(enam) unsur produk pariwisata yang membentuk suatu paket pariwisata terpadu yang diuraikan berdasarkan kebutuhan wisatwan, antara lain:
Berikut ini terdapat sejumlah 6(enam) unsur produk pariwisata yang membentuk suatu paket pariwisata terpadu yang diuraikan berdasarkan kebutuhan wisatwan, antara lain:
1.
Objek
dan Daya Tarik Wisata;
2.
Jasa
Travel Agent & Tour Operator;
3.
Jasa
Perusahaan Angkutan;
4.
Jasa
Pelayanan Akomodasi, Restoran, Rekreasi dan Hiburan;
5.
Jasa
Souvenir (Cinderamata);
6.
Jasa
Perusahaan Pendukung.
Memahami produk
pariwisata secara mendalam dapat dilakukan dengan terlebih dahulu memehami
ciri-ciri produk pariwisata, antara lain:
1.
Tidak
dapat dipindahkan.
2.
Tiak
memerlukan perantara (middlemen) untuk mencapai kepuasan.
3.
Tidak
dapat ditimbun atau disimpan.
4.
Sangat
dipengaruhi oleh faktor non ekonomis.
5.
Tidak
dapat dicoba atau dicicipi.
6.
Sangat
tergantung pada faktor manusia.
7.
Memiliki
tingkat resiko yang tinggi dalam hal investasi.
8.
tidak
memiliki standart atau ukuran yang objektif dalam menilai tingkat mutu produk.
Macam-MacamBumbuDasar
Secaragarisbesarbumbupadamasakandapatdigolongkanmenjaditigabumbudasar,
yaitubumbudasarmerah, bumbudasarputihdandanbumbudasarkuning.Dari
bumbudasarinidapatdikembangkanmenjadiberagamjenismasakan.Untukitulahsebelumkitamemulaimemasakharuslahkitamengetahuicaramembuatbumbudasarini.
Cara
MembuatBumbuDasarMerah

Bumbudasarmerahadalahsalahsatubumbudasarmasakan Indonesia
yang berwarnamerahdengankomposisidasarbawangmerah, bawangputih,
cabaimerahdangaram.Masakan yang dihasilkandenganbumbudasarmerahmempunyai rasa
pedasdanberwarnamerahsegar. Digunakanpadamasakan, untukbumbusambalgoreng,
rendang, kering, pepes, sambalbajak, anekagulai,
bumburujak, danbalado.Berikutiniadalahkomposisibahanunttukbumbbudasarmerah:
Bahan/Komposisidasar:
Bahan/Komposisidasar:
- Bawangmerah 9 siung
- Bawangputih 5 siung
- Cabaimerah 10 buah
- Garam 1 sdt
BahanTambahan:
- Kemiri 5 butir
- Ladabutir 1 sdt
- Ketumbar 1 sdt
- Terasi 1 sdt
- Gulapasir 1 sdt
- Minyakgoreng 4 sdm
Cara
membuat:
Semuabumbudihaluskansampaihaluskemudianditumissampaiharumdanmatang.
Semuabumbudihaluskansampaihaluskemudianditumissampaiharumdanmatang.
ResepBumbuDasarPutih

Bumbudasarputihadalahsalahsatubumbudasarmasakan Indonesia
yang berwarnaputihdengankomposisidasarbawangmerah, bawangputihdangaram.Masakan
yang dihasilkandenganbumbudasarputihmempunyai rasa
gurihdanberwarnaputihkeruhBumbudasarputihdapatdigunakanpadamasakanaselidah,
gudeg, terikdaging, sayurbobor, danoporayam.
Bahan/Komposisidasar:
Bahan/Komposisidasar:
- Bawangmerah 11 siung
- Bawangputih 6 siung
- Garam 1 sdt
BahanTambahan:
- Kemiri 7 butir
- Ladabutir 1 sdt
- Ketumbar ½ sdt
- Terasi 1 sdt
- Gulapasir 1 sdt
- Minyakgoreng 3 sdm
Cara
membuat:
Semuabumbudihaluskansampaihaluskemudianditumissampaiharumdanmatang
Semuabumbudihaluskansampaihaluskemudianditumissampaiharumdanmatang
Cara
MembuatBumbukuning

Bumbudasarkuningadalahsalahsatubumbudasarmasakan Indonesia
yang berwarnakuningdengankomposisidasarbawangmerah, bawangputih,
kunyitdangaram.Masakan yang dihasilkandenganbumbudasarputihmempunyai rasa
gurihdanberwarnakuningcerah.Bumbudasarkuningdapatdikembangkanmenjadibumbukari,
acarkuning, pesmolikan, nasikuning, anekapepes, ayamgorengdll.
Bahan/Komposisidasar:
Bahan/Komposisidasar:
- Bawangmerah 10 siung
- Bawangputih 6 siung
- Kunyit 2 cm
- Garam 1 sdt
BahanTambahan:
- Kemiri 7 butir
- Ladabutir 1 sdt
- Ketumbar ½ sdt
- Terasi 1 sdt
- Gulapasir 1 sdt
- Minyakgoreng 3 sdm
Cara
membuat:
Haluskansemuabumbudantumishinggaharum. Simpandibotol yang tertutuprapatdanmasukankelemaripendingin.
Haluskansemuabumbudantumishinggaharum. Simpandibotol yang tertutuprapatdanmasukankelemaripendingin.
Langganan:
Postingan (Atom)
